Hadapi Anak Yang Gampang Ngamuk

REPUBLIKA.CO.ID, Anak balita mulai dari umur dua hingga tiga tahun kerap mulai sulit dikendalikan. Mereka biasanya mulai sering melawan atau tidak menurut pada perintah orangtua. Lantas, bagaimana menghadapi anak usia sulit ini? Menurut Alan Greene –dokter anak yang mendapat julukan perusahaan Intel sebagai the Children’s Health Hero of the Internet– idealnya pengasuhan tidak mencegah masa sulit ini. ”Tapi, membantu anak mengendalikannya,” kata dia.
Tugas perkembangan si kecil adalah mendapatkan keterampilan membuat keputusan yang layak. Untuk membantunya mendapatkan ini, Green menyarankan orang tua untuk menawarkan pada anak pilihan yang terbatas pada setiap kesempatan. Anak, katanya, akan frustrasi ketika diberi perintah langsung tanpa pilihan. Begitu pula jika terlalu banyak alternatif. ”Dua atau tiga pilihan biasanya paling baik,” kata ayah empat anak ini.
Untuk itu, pastikan pilihan yang ditawarkan pada anak ada dalam koridor yang layak sesuai nilai, aturan atau kesepakatan keluarga. Misalnya, waktu makan, katakanlah, ”Mau apel atau pisang?”
Dengan adanya batasan itu, jelas Green, anak akan merasa ada jaminan keamanan pengambilan keputusan. Di sisi lain, ia merasa memiliki kebebasan mempraktikkan kekuatannya dalam batasan itu.
Masa ini tak hanya sulit dari sudut pandang orang tua. Menurut tamatan Princeton University dan University of California di San Francisco, masa ini juga sulit bagi anak-anak. Ketika berlawanan dengan orang tua, anak mengalami emosi yang sangat intens. Sebab, kendati ingin menunjukkan keunikannya, anak juga ingin menyenangkan orang tua.
Greene memperbandingkan masa dewasa muda pertama ini dengan kelahiran bayi. Yakni, adanya pengalaman yang sangat intens. Sakit, diikuti rasa sakit berikutnya, dan akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah. Yakni, rasa sakit kelahiran psikologis. Hasilnya, karakter anak yang terbentu.
Senada dengan Greene, Eileen Hayes, penulis pengasuhan lain, mengajak para orang tua untuk membantu anak –yang ingin mandiri dan ‘menjadi besar’ pada suatu waktu, tetapi menjadi si bayi pada waktu yang lain– dengan cara memanfaatkan waktu bersamanya tanpa uring-uringan.
Dalam Terrible twos… and threes, Hayes menyarankan para ayah bunda agar menjaga sikap positif dan berkonsentrasi pada hal yang menyenangkan dari si kecil. Apa pun yang bisa membuat tenang dan senang. Caranya adalah dengan mencoba bermain bersamanya dan menggunakan waktu untuk gembira bersama. ”Nikmati kegiatan bersamanya di mana saja dan kapan saja,” katanya.

Tentang dedisetiadi

ungkapkan dengan kasih dan cinta
Pos ini dipublikasikan di kutipan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Beri Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s